Cara Mengatasi Penyakit Lele Kulit Mengelupas

Penyakit lele kulit mengelupas – Dalam menjalankan roda usah budidaya lele seringkali kita mengalami berbagai macam kendala. Mulai dari kurangnya modal, kekurangan stok pakan, dan sampai lele kita terjangkit penyakit atau hama.

Tiga hal makro yang sudah saya sebutkan barusan merupakan salah satu faktor terbesar seorang peternak atau pembudidaya lele menjadi gulung tikar. Tentu saja, kita semua tidak ingin mengalami hal tersebut.

Ikan lele menjadi komoditi unggulan karena menjadi konsumsi wajib masyarakat Indonesia. Terdapat jenis-jenis ikan lele yang umum dibudidayakan di Indonesia yaitu jenis ikan lele lokal, lele dumbo, lele sangkuriang dan lele phyton.

Budidaya ikan lele yang sukses ditentukan oleh penyebaran faktor penyakit berbahaya yang mengancam pertumbuhan lanjutan dari perkembangan hidup ikan. 

Hama Lele

Indikator terjadinya sejumlah penyakit pada ikan lele merupakan hasil dari interaksi yang kompleks atau tidak seimbang antara tiga komponen ekosistem perairan, yaitu ikan host yang lemah, virulen patogen dan kualitas air dari kolam ikan.

Oleh karena itu, penting bagi peternak ikan  terus memantau dan identifikasi karakteristik, gejala dan pengendalian penyakit menjadi kebutuhan wajib untuk menjaga kesehatan dan pertumbuhan ikan pertanian sebagai salah satu faktor keberhasilan pembiakan lele.

Oleh karena itu, pada postingan kali ini saya akan membahas mengenai penyakit lele. Dan karena macam-macam penyakit lele itu cukup banyak. Maka pembahasan akan dipersempit dengan pembahasan mengenai penyakit lele kulit mengelupas.

Penyebab Penyakit Lele Kulit Mengelupas

Berdasarkan jurnal ilmiah mengenai perikanan, penyakit dengan jenis ini disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu bakteri dan jamur. Nama latin dari bakteri penyebab penyakit ini adalah Achlya sp dan Saprolegnia sp, sedangkan nama latin dari jamur yang bersarang di tubuh lele adalah Aeromonas hyprophylla.

Lantas bagaimana mekanisme penyebaran penyakit lele kulit mengelupas ini? Sederhananya terdapat dua faktor pendorong, yaitu telat memberikan makan dan kondisi air yang tidak layak. Dengan terlambat memberikan pakan, membuat lele menjadi agresif dan menyerang sesama lele hingga mungkin terluka.

Luka dari lele yang terbuka tersebut merupakan akses utama penyebaran bakteri penyakit lele kulit mengelupas ini. Parahnya lagi, jika kondisi air sudah keruh maka akan memperburuk kondisi ikan dan mempercepat penularan di dalam kolam. Oleh karena itu, disiplinlah dalam memberi pakan dan selalu perhatikan kondisi air.

Tindak Pencegahan Penyakit Lele Kulit Mengelupas

Hama lele

Langkah pencegahan dari semua penyakit ikan, khususnya lele biasanya tidak jauh berbeda. Mulai dari penyakit lele moncong putih, penyakit lele kembung, penyakit lele kuning dan kulit mengelupas itu dapat ditarik benang merah.

Pertama adalah sanitasi. Jika berbicara mengenai sanitasi pada ternak lele maka cakupannya akan lebih luas. Sanitasi meliputi kondisi air layak atau tidak, media ternak yang digunakan, sampai ke pemberian pakan lele.

Khusus untuk pemberian pakan lele itu dapat dibagi menjadi aspek yang lebih spesifik lagi, misalnya kualitas pakan  dan porsi pakan.

Selalu Kontrol Kualitas Pakan

Kualitas pakan yang baik itu berarti pemberian pakan secara teratur dengan memberikan bahan pakan yang berkualitas. Jangan terlalu berlebihan mengejar waktu panen dan bobot ikan sampai melupakan faktor kualitas dari pakan.
Baca Juga:
Harga Lele Albino
Kemudian, porsi yang ideal itu berarti pemberian pakan secara cukup dan tidak berlebihan. Baik kurang mmberikan pakan maupun berlebihan memberikan pakan menjadi faktor penyebab penyakit lele kulit mengelupas.

Jaga Kebersihan Air

Kebersihan air juga harus selalu dijaga. Terutama bagi Anda pembudidaya lele sejak bibit sampai panen butuh perhatian khusus terhadap masalah pergantian air ini. Anakan ikan masih belum memiliki ketahanan sekuat indukannya. Jika tidak mau gagal panen, sebaiknya lakukan pergantian air secara rutin.

Media Budidaya yang Digunakan

Akan menjadi perdebatan yang panjang jika saya mengklaim bahwa media ternak yang paling ideal adalah kolam. Namun, kenyataannya memang demikian. Kolam memiliki risiko pencemaran terkecil dibanding media yang lain. Residu dari proses sedimentasi cukup dibersihkan dan digosok. Lebih kokoh dan tahan lama.

Namun, saya tidak menyalahkan orang yang berternak lele di ember, ternak di drum,  ternak di terpal atau menggunakan media lain. Namun, bisa tarik kesimpulan bahwa media ternak lele yang dibuat dari bahan plastik dan besi itu tidak terlalu higienis untuk jangka panjangnya.

Selain mudah bocor, plastik dibuat dari senyawa minyak bumi yang bisa terurai di dalam air. Lalu, media lain yang berbahan dasar  logam atau besi juga demikian dapat meracuni ikan lele. Bijak-bijaklah dalam memilih media budidaya ikan lele.

Cara Mengobati Penyakit Lele Kulit Mengelupas

Macam-macam penyakit lele dan cara mengobatinya itu sangat beragam. Khusus untuk kasu penyakit ini, terlebih dahulu kita harus memastikan penyebab kulit ikan mengelupas.

Ciri-ciri penyakit kulit mengelupas yang disebabkan bakteri adalah kulit ikan cenderung lebih gelap dan agak sedikit kesat, sedangkan ciri-ciri penyakit yang disebabkan oleh jamur adalah dengan munculnya serat benang halus pada area luka yang terbuka.

Pengobatan pada ikan yang terinfeksi oleh jamur adalah dengan merendam ikan dengan campuran Malachyte Green Oxalate 2.5 – 3 PPM selama setengah jam.  Terus ulangi tindakan seperti ini setiap hari sampai serat benang halus pada bekas luka ikan lele memudar atau menghilang.

Untuk pengobatan pada ikan yang terinfeksi oleh bakteri dilakukan dengan menggunakan antibiotik Terramycine dengan dosis 50 mg /kg ikan. Lakukan penanganan tersebut setiap hari sampai kulit ikan menjadi sedikit lebih terang.

Patut diperhatikan penggunaan obat harus berdasarkan dosis yang ditentukan, jangan sampai berlebih karena dikhawatirkan memperparah kondisi ikan.

Demikian pembahasan singkat mengenai  cara mengatasi penyakit lele kulit mengelupas. Semoga bermanfaat dan selalu pantau update dari website kami dengan cara follow website kami. Terima kasih dan sampai jumpa.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url