Cara Budidaya Lele Cepat Panen dan Menguntungkan

Cara Budidaya Lele Cepat Panen - Berternak lele menjadi salah satu pilihan terbaik dalam membuka usaha bisnis perikanan saat ini. Banyak orang memilih untuk membudidayakan ikan tersebut karena kabarnya tidak terlalu sulit memulainya. Sebab, ternyata ada berbagai macam cara tahap permulaan sampai panen lele.

Bagaimana Cara Budidaya Lele?

cara budidaya lele cepat panen

Sebelum menginjak pada pembahasan panen lele, ada baiknya Anda mengetahui sedikit penjelasan tentang bagaimana cara membudidayakan lele tersebut agar tidak salah merawatnya. Meski dibilang mudah, akan tetapi masih diperlukan sedikit keefektifan dalam memeliharanya.

Persiapan yang Matang Budidaya Lele

Salah satu persiapan yang seharusnya Anda siapkan adalah memilih jenis lele yang mudah untuk dibudidayakan seperti halnya dumbo sangkuriang. Dikenal dengan beberapa kelebihannya yaitu kualitas dagingnya empuk, tahan terhadap penyakit, teknik berternak lele pun tak sulit.

Usahakan untuk selalu cukup dalam memberi pakan lele Anda, perlu diketahui bahwa ikan tersebut sangatlah rakus jadi jangan sampai membuatnya terlalu kenyang karena bisa menyebabkan ususnya pecah. Serta kolam yang diberi vitamin C agar selalu sehat.

Perhatikan Hidup Lele

Lele termasuk jenis ikan yang sangat mudah sekali untuk di budidayakan walau dalam kondisi air apapun mereka mampu bertahan hidup. Namun, bukan berarti Anda dengan gampangnya memberikan air kotor. Justru semakin baik kualitasnya akan bagus pula pertumbuhan ikan tersebut .

Jangan lupa untuk selalu perhatikan suhu kolam, pastikan agar tetap hangat supaya pencernaan ikan lele Anda dapat berlangsung dengan cepat. Sedangkan lokasinya tidak ada ketentuan, di mana pun bisa bahkan pada ketinggian 1000 mdpl. Selain itu kondisi tempatnya juga berada dalam pH 7-8.

Menyiapkan Kolam Lele

Membuat pembesaran kolam lele tidak serumit yang dipikirkan. Cukup siapkan 5x2 meter untuk dapat menampung kurang lebih seribu ekor benih. Jika, ukurannya 7x4 berarti bisa mencukupi sekitar dua ribu lele. Hitung saja dengan menggunakan patokan minimal daya tampung per meternya

Baca Juga: Budidaya Lobster Air Tawar yang Menggiurkan

Kolam dalam pembudidayaan lele ini ada beberapa macam seperti kolam terpal, semen, serta tanah. Dari ketiga jenis tersebut yang paling tidak membutuhkan biaya banyak ialah kolam terpal. Apalagi pembuatannya mudah, praktis dan juga produktivitas lele tetaplah tinggi.

Pilihlah Benih Lele yang Berkualitas

Setelah menyiapkan kolam, langkah selanjutnya adalah memilih benih yang berkualitas. Pilihlah benih untuk pembesaran dengan ukuran sekitar 5-7 cm dan usahakan seragam. Adapun beberapa ciri lain diantaranya tubuh lele seimbang antara kepala dan badan, mengkilap, gerakannya lincah.

Tak hanya itu saja, lele yang berkualitas tak akan menggantung ataupun berdiri saat berada di dalam air. Maka dari itu, perhatikan selalu pergerakan mereka karena keaktifan tersebut sangat mempengaruhi kualitas bagus atau tidaknya.

Persiapan Menabur Benih Lele ke Dalam Kolam

Setelah semua persiapan telah selesai, saatnya mempersiapkan kolam sehingga dapat ditaburkan benih. Pertama Anda harus mengisi air ke dalam kolam dengan ketinggian kurang lebih 60 cm. Kedua, pemupukan (bisa kotoran kambing), masukkan pupuk ke karung.

Artikel Menarik: Makin Banyak Peternak Beralih ke Budidaya Belut, Mengapa?

Setelah siap, isi dari karung tersebut dibedakan menjadi dua yang sama-sama berat. Isikan kolam dengan dua buah karung pupuk tadi, boleh saja jika ingin diletakkan pinggir atau tengah. Poin yang terpenting semuanya dapat mengapung dan bergerak secara bebas. Angkat bila sudah seminggu.

Cara Menebar Benih Lele

Lalu bagaimana caranya menebar benih lele? Anda bisa melakukan penebaran saat hari masih pagi atau bahkan bisa dilakukan sore, tujuannya agar terhindar dari terik matahari. Dikarenakan jika terkena panas akan berpotensi benih lele akan mati karena stress.

Namun, sebelum menyebarnya ke kolam ada baiknya letakkan benih dalam sebuah wadah agak lebar serta berbahan plastik. Lalu setelah itu taburkan dengan memiringkan wajahnya dan keluarkan secara sedikit demi sedikit.

Beberapa Poin Penting dalam Pemeliharaan Lele

Setelah semuanya telah siap dan benih sudah ditebar ke dalam kolam. Kini saatnya melakukan proses pemeliharaan. Terdapat poin penting yang harus Anda perhatikan yaitu bagaimana cara mengelola air dan memberi pakan lelenya.

Air yang digunakan tidak boleh diganti sebelum masanya untuk panen, apalagi kondisi air harus selalu tenang dan tergenang. Lalu hindari menguras kolam dengan cara sirkulasi karena dapat mengurangi pH. Berikan pakan berupa pelet, cacing, keong mas dan lain-lain.

Waktu saat Panen Ikan Lele

Saat Anda memilih untuk membudidayakan lele, hanya perlu sekitar dua hingga tiga bulan untuk bisa panen. Saat waktu itu tiba, takaran yang didapat jika 1 kg maka akan mendapat ikan sebanyak tujuh bahkan sampai delapan ekor.

Adapun cara memanen lele yaitu menyurutkan air kolamnya terlebih dahulu lalu pakailah serokan atau jaring kecil untuk menangkap ikannya.Kemudian masukkan ke dalam wadah plastik. Bagaimana? Mudah bukan?

Melakukan Panen Lele dalam 29 Hari

Pada umumnya saat Anda akan panen lele biasanya terjadi sekitar dua hingga tiga bulan lamanya baru bisa panen. Namun, itu semua juga bergantung pada bibit ikan yang digunakan seperti halnya jenis dumbo.

Ada beberapa produk pupuk seperti lele dumbo yang menawarkan kualitas ikan sebesar kelingking, lalu masa panennya bisa dipanen hanya dalam kurun waktu dua puluh sembilan hari saja. Wah luar biasa bukan? Memang di zaman seperti sekarang semuanya akan menjadi lebih mudah.

Pasti ada beberapa produk yang dapat mempercepat masa panen, menyehatkan ikan, membuat tubuh lele menjadi gemuk dan sehat. Semuanya menjadi sangat mudah di era yang serba canggih seperti saat ini.

Butuh Berapa Bulan Waktu Panen Lele?

Kapan waktu panen lele yang tepat

Dalam membudidayakan sesuatu yang sangat ditunggu-tunggu salah satunya adalah kapan datangnya masa panen, sama halnya seperti saat melakukan pembudidayaan ikan lele. Pasti dalam benak Anda mempunyai sebuah pikiran, kapan waktu yang pas untuk bisa memanen hasilnya?

Biasanya untuk berbudidaya ikan lele waktu yang dibutuhkan untuk panen sekitar dua hingga tingga bulanan. Namun, ada pula pupuk yang dapat mempercepat usia panen misalkan saja dalam kurun waktu dua puluh sembilan harian.

Ikan lele bisa dipanen jika sudah mencapai ukuran sekitar 9-12 ekor per-kg dan biasanya Anda perlu menunggu dalam kurun waktu dua hingga lima bulanan dari benih yang berukuran 5-7 cm. Nah, ada baiknya satu hari sebelum memanennya jangan beri lele pakan, tujuannya agar tidak buang kotoran.

Kapan Saatnya Panen Lele Bioflok?

Apa itu lele bioflok? Pada umumnya ikan ini sama tapi cara merawatnya yang berbeda, biasanya dinamakan dengan teknik bioflok. Artinya, bahan organik yang bisa hidup menyatu menjadi beberapa gumpalan. Tujuan dilakukannya cara ini ialah mengoptimalkan jumlah penebaran lele.

Pada teknik bioflok ini sangat menguntungkan karena air jadi kaya akan mikroorganisme yang pastinya bermanfaat. Manfaatnya dapat mengurai kotoran ikan lele sehingga bisa dijadikan makanan mereka kembali.

Bagi Anda yang masih sebagai pemula melakukan budidaya ikan lele ini sangat disarankan untuk menggunakan teknik bioflok. Meski pada akhirnya mulai dari persiapan hingga panennya semuanya menyerupai cara membudidayakan lele pada umumnya.

Bagaimana Cara Panen Lele Sangkuriang?

Pernahkah Anda mendengar istilah nama lele sangkuriang? Bukan sangkuriang yang berhubungan dengan gunung tangkuban perahu ya, tetapi lele dari hasil perbaikan genetik. Kabarnya banyak orang yang menyukai jenis ini karena kualitasnya paling baik.

Apalagi budidayanya juga sudah terkenal di Indonesia, mudah dan tak perlu membutuhkan biaya banyak. Cara pembudidayaannya, bisa menggunakan jenis kolam apa saja tapi jika ingin lebih simple lagi gunakanlah terpal.

Untuk masa panennya biasanya membutuhkan kurun waktu sekitar dua sampai tiga bulanan. Saat memanen, usahakan pakailah alat yang bahannya licin dan halus supaya kualitas lelenya tetap bagus. Jika memakai berbahan kasar justru akan membuat tubuh si ikan lecet.

Panen Lele Kolam Terpal Untuk Lele Sangkuriang

Bagi Anda ingin membudidayakan lele sangkuriang ini, ada beberapa cara budidayanya terutama menggunakan kolam  terpal. Meski pada umumnya selalu sama saja tetapi agar tak terjadi kesalahan, mari simak penjelasan berikut.

Cara Membuat Kolam Terpal untuk Lele Sangkuriang

Dalam pembuatan kolam terpal, buatlah dengan ukuran sesuai kebutuhan (tak terlalu besar atau kecil). Bisa juga menggunakan ukuran umum seperti 4 x 6 dan 3 x 4, pilih sesuka hati Anda. Semuanya sama saja, hanya masalah pilihan pribadi.

Selesai membuat kolam terpalnya, jangan lupa untuk mencuci serta menyikatnya hingga bersih. Setelah selesai lalu keringkan selama kurang lebih satu hari, kemudian isikan dengan air sebanyak setengah kolam. Diamkan lima hari.

Pemberian Bibit Lele Sangkuriang

Pemilihan bibit lele biasanya sama saja seperti memilih pada jenis ikan pada umumnya. Namun, tetaplah untuk cerdas dan cermat dalam pilihan Anda karena jika salah hasilnya akan memiliki kualitas buruk. Tentunya akan mempengaruhi bisnis budidaya lele.

Pilihlah bibit dengan ukuran antara 5 sampai 7 cm. Ciri benih lele yang berkualitas ditandai dengan tubuh ikan seimbang di bagian kepala dan badannya, tidak akan menggantungkan tubuh atau berdiri saat berada dalam air. Kelincahan geraknya pun juga mempengaruhi.

Pemberian Pakan pada Lele Sangkuriang

Lele termasuk hewan yang aktif di malam hari, jadi Anda bisa memberikan mereka pakan dari tiga sampai empat kali di saat pagi, siang, sore hingga malam hari. Akan tetapi saat pagi dan sore usahakan untuk memberikannya sedikit lebih banyak.

Makanan yang biasanya disediakan untuk budidaya lele adalah pelet. Untuk mendapatkannya tak perlu mengeluarkan biaya banyak, karena Anda bisa membelinya dengan berat sekitar 50 kg. Namun, juga bisa membuat pakan sendiri tapi pastikan yang tinggi akan vitamin dan protein.

Masa Panen Ikan Lele Sangkuriang

Nah, untuk masa panen inilah yang biasanya paling ditunggu-tunggu. Lele sangkuriang pada umumnya sudah bisa dipanen saat sudah lewat waktu dua hingga tiga bulanan. Sebagai tambahan informasi bagi Anda bahwa untuk ukuran 5-8 cm memanen dalam waktu 130 hari.

Tetapi semuanya bisa berubah, jadi perkiraan tak akan merubah keadaan. Dikarenakan ada lele sangkuriang dengan masa pertumbuhannya cepat dari yang lain. Maka dari itu, disarankan untuk memisahkan mereka jika sudah satu bulan agar tak bersaing mendapatkan makanan.

Bisakah Panen Lele di Ember?

Sempat diperbincangkan bahwa ada seseorang bisa berternak lele dalam ember bukan kolam. Apakah bisa? Tentu saja, bukankah lele salah satu hewan air yang mampu bertahan hidup di segala tempat? Asalkan air mereka selalu bersih, itu juga mempengaruhi kualitasnya.

Cara membudidayakannya pun tak beda jauh dengan kolam. Hanya perlu isi air di embernya yang telah direndam selama dua hari sebanyak 60 liter. Kemudian masukkan bibit lelenya, 50 ekor saja lalu diamkan sehari. Lubangi gelas plastik di bagian dinding ember dan kaitkan menggunakan kawat.

Letakkan ember di tempat yang dekat dengan cahaya matahari, jangan lupa beri pakan ikan yang banyak biasanya dua kali dalam sehari. Gunakan selang untuk menyedot kotoran ikannya, tujuannya agar airnya tetap selalu bersih.

Alasan Semakin Maraknya Budidaya Ikan Lele

Dalam kurun waktu terakhir, banyak orang telah beralih profesi menjadi seorang peternak ikan lele. Sebuah alasan yang sering sekali dijumpai adalah karena budidaya ikan itu tak perlu membutuhkan biaya yang mahal. Apalagi pendapatan untungnya sangat menjanjikan.

Tak heran jika masyarakat di Indonesia memilih untuk beralih profesi sebagai peternak ikan seperti halnya membudidayakan ikan lele ini. Sudah banyak terbukti bahwa seorang pemula saja sudah mendapatkan banyak untung karena membudidayakan lele. Apalagi bisnisnya mudah dijalani.

Di samping itu, masyarakat Indonesia memiliki minat yang tinggi terhadap ikan lele. Tak heran jika pebisnis lele selalu meraup keuntungan yang luar biasa meski masih menjadi seorang pemula. Apalagi mereka bisa memasarkan hasil panen ke para distributor nantinya.

Keuntungan dari Berbisnis Ikan Lele Daripada yang Lain

Berbisnis ikan lele ternyata tak main-main untungnya, tak heran banyak dari masyarakat Indonesia memilih untuk membudidayakannya. Kira-kira apa saja keuntungan yang didapat para peternak hewan air satu ini? Yuk simak artikel berikut.

Ikan Merupakan Jenis yang Mudah untuk Beradaptasi

Lele merupakan jenis ikan yang mudah sekali untuk beradaptasi dengan kondisi sekitarnya. Tak heran, hewan air satu ini menjadi sasaran yang pas bagi para pebisnis bahkan pemula untuk membudidayakan mereka.

Tak hanya mudah untuk di budidayakan, lele mampu hidup di mana pun. Meski begitu, bukan berarti bisa bertahan dalam air kotor. Akan lebih baik kolam dibersihkan supaya ikan lele selalu sehat dan tak memiliki penyakit sedikit pun. Dari situlah kualitas lele menjadi nilai tambah .

Ikan Lele Memiliki Daya Tahan Tubuh yang Kuat

Kelebihan lain dari berbudidaya lele karena ikan tersebut memiliki daya tahan tubuh yang cukup kuat, tak rentan terkena oleh berbagai macam penyakit. Maka dari itu banyak dari para peternak yang mengatakan bahwa lele mampu hidup di kondisi apa pun dan di mana pun.

Alhasil tidak banyak dari para peternak mengalami gagal panen hanya karena lele mereka mati terkena penyakit. Kalaupun memang terjangkit oleh virus dan bakteri, penanganan utamanya hanya perlu mengganti air kolam hingga memberinya vitamin sebagai pemulihan.

Ikan Lele Termasuk ke Dalam Jenis Ikan yang Mudah Dicari

Salah satu alasan mengapa para pebisnis atau pembudidaya memilih ikan lele sebagai media bisnisnya adalah karena hewan air ini sangat mudah untuk dicari. Banyak masyarakat Indonesia menyukai lele dan kebanyakan dari mereka mencarinya di pasaran.

Nah, setelah masuk masa panen lele Anda bisa memasarkannya ke pasar tradisional yang biasanya mereka menjual berbagai macam ikan laut mulai dari mujair, udang hingga kepiting. Bayangkan saja berapa keuntungan yang bisa kita ambil dari pemasaran lele ini?

Beberapa Macam Kesulitan yang Biasanya Dialami para Peternak Ikan Lele

Setelah dengan adanya kemudahan dalam meraup untung dari hasil berbisnis atau beternak ikan lele. Adapun beberapa macam kesulitan yang biasanya dialami oleh para pembudidaya lele ini. Apa saja? Mari simak penjelasan berikut:

Naiknya Biaya untuk Membeli Pakan Ikan Lele

Meskipun bahan pakan lele terbilang murah, sebagai pebisnis atau peternak tidak akan pernah tahu kapan kebutuhan tersebut naik. Bisa saja harga untuk makanan lele meningkat sewaktu-waktu, maka dari itu ada baiknya Anda memiliki bentuk antisipasi seperti mempunyai budget khusus.

Jika hal ini bisa terjadi, biaya operasional meningkat maka sudah dipastikan profit yang akan didapatkan ikut menurun. Ya, dalam dunia perbisnisan hal seperti ini sudah sangat wajar hanya saja Anda perlu mengubah strategi bagaimana cara memulihkan bisnis kembali.

Hama dan Penyakit Dapat Mengancam Ikan Lele

Selain meningkatnya biaya operasional bisnis, masalah lain yang biasanya dialami oleh banyak peternak lele.Salah satunya adalah ancaman hama serta penyakit yang mungkin kapan saja bisa menjangkiti lele. Sobat Panenlele tidak perlu risau, karena kami sudah mempostingan artikel mengenai hama dan penyakit pada ikan lele.

Pada umumnya lele memang banyak diburu oleh hewan lainnya seperti burung atau bahkan katak. Tak hanya itu saja, cacing, lintah, serta serangga juga bisa menjadi petaka bagi para peternak atau pembudidaya ikan lele.

Berapa Modal Membudidayakan Ikan Lele?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa beternak ikan lele sangat direkomendasikan saat ini. Di samping banyaknya masyarakat Indonesia yang menyukainya, membudidaya lele juga tak memerlukan biaya besar.

Bisa dibilang biaya yang seharusnya disiapkan sekitar dua juta rupiah saja. Dengan modal tersebut, Anda sudah bisa mendapatkan ikan lele sebanyak dua ribu ekor yang biasanya saat dipanen mencapai lima ratus kilogram. Wah, banyak sekali bukan?

Saat panen Anda bisa menjualnya dengan harga sekitar sepuluh ribu per kilogramnya. Lalu profit yang didapat kemungkinan mencapai lima juta rupiah. Jadi, keuntungan tersebut sudah termasuk lumayan bagi para pemula yang ingin mencoba budidaya ikan lele. Tunggu apalagi?

Alternatif Pakan Ikan Lele Sebagai Jalan agar Cepat Tumbuh Besar

Anda seorang pemula dalam membudidayakan ikan lele? Jangan khawatir, artikel kali ini akan membahas mengenai berbagai macam pakan agar lele dapat tumbuh besar. Salah satunya ialah maggot lalat, ikan rucah, cacing, bekicot, unggas, dan juga dedaunan.

Selain itu, peternak juga dapat memberikan pakan alternatif lele dari tumbuhan. Tentunya, juga harus diimbangi dengan pemberian pelet.

Kabarnya bahan pakan seperti tersebut dikenal dapat membuat lele cepat tumbuh besar, apalagi maggot lalat memiliki protein tinggi dengan prosentase 40%.  Dapat meningkatkan metabolisme ikan agar tak mudah terjangkit penyakit. Ikan rucah juga sama, mempunyai nilai gizi tinggi.

Pada umumnya lele sangat menyukai makanan amis, contohnya seperti bekicot. Pakan tersebut cocok diberikan pada lele karena memiliki protein lengkap. Cacing juga dikenal sebagai pemilik protein terbanyak sebanyak 50%, begitu pula dengan unggas serta dedaunan.

Itulah beberapa penjelasan mengenai berbagai macam cara panen lelebeserta penjelasan mendalamnya. Namun, pastikan Anda mempelajarinya dengan benar. Jika masih binggung, silahkan tanya ke beberapa oran yang sudah ahli dalam dunia per-lele-an.

Bagaimana, apakah Anda mulai tertarik untuk ikut membudidayakan ikan lele juga? Keuntungan yang didapat pun tak kalah besar, jadi tunggu apalagi?

Demikian adalah pembahasan mengenai bagaimana cara budidaya lele cepat panen. semoga bermanfaat dan terima kasih.


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url