14 Penyakit Lele yang Harus Diwaspadai Peternak

Penyakit Lele - Bagi Sobat Panenlele yang sedang membudidayakan ikan berkumis ini, pasti sudah tidak asing lagi saat mendengar kalimat penyakit lele bukan? Sesuatu hal seperti itu tidak boleh diabaikan begitu saja, sebagai seorang pembudidaya sudah seharusnya mampu mengatasi masalah tersebut.

Jenis-Jenis Penyakit Ikan Lele 

penyakit lele

Penyakit ataupun hama yang menjangkiti ikan lele sangat banyak macamnya. Jika Anda sedang berwirausaha ternak ikan lele, Anda perlu dan harus memperhitungkan risiko terkenanya gangguan seperti ini. Sebab, bisa jadi akan membawa dampak buruk bagi usaha bisnis.

Mencegah penyakit dan hama pada ikan tersebut merupakan salah satu upaya budidaya lele agar cepat panen dan terhindar dari kerugian.

Adapun beberapa faktor eksternal hingga internal yang dapat menyebabkan suatu penyakit lele antara lain yaitu:

1. Virus CCV (Channel Catfish Virus)

Meski serangan penyakit ataupun hama dapat dihindari yaitu dengan memperbaiki sedikit manajemen budidayanya, akan tetapi masalah seperti ini tentu saja tidak dapat terelakkan. Semua itu bisa terjadi secara tiba-tiba dan tidak terduga

Penyakit yang biasanya menjangkiti ikan lele salah satunya ialah channel catfish virus atau disingkat CCV. Termasuk ke dalam golongan herpes dan jika terkena gejalanya meliputi kelemahan nampak jelas pada si ikan, berenang dengan cara berputar serta selalu menegak secara vertikal di atas air.

Tak hanya itu saja, lele bisa mengalami pendarahan di bagian sirip serta perutnya. Virus ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain penurunan kualitas dan fluktuasi suhu air, kepadatan tebar. Namun, jangan khawatir karena hal ini bisa dicegah dengan menjaga kebersihan kolamnya.

2. Cotton Wall Disease

Penyakit selanjutnya yang biasa menjangkiti ikan lele salah satunya adalah cotton wall disease. Suatu penyebabnya berasal dari bakteri flexibacter columnaris yang dapat menyerang insang. Gejalanya meliputi luka hingga lecet-lecet di permukaan tubuh, bintik dan lapisan putih.

Tak hanya itu, sama seperti penyakit CCV ikan lele memiliki gejala yaitu gaya berenangnya melambat dan mengambang. Faktor timbulnya bakteri ini adalah pembususkan pada sisa pakan di dasar kolamnya, suhu airnya terlalu tinggi. Dapat dicegah dengan mengontrol makanan serta suhu air.

3. Aeronomas Hydrophila

Penyakit berikutnya adalah aeronomas hydrophila, salah satu dari banyak virus yang biasanya sering terjadi dan menjangkiti ikan lele. Gejalanya ditandai dengan pangkal siripnya bengkak, ada luka di bagian tubuhnya, serta perutnya menggembung.

Faktor yang menyebabkan adanya virus ini salah satunya adalah karena sisa makanan di dasar kolam membusuk. Cara mengatasinya, selalu perhatikan suhu air serta pemberian pakan pada ikan lele. Jika sudah terjangkit cobalah untuk diobati dengan antibiotik Terramycine dan Sulphonamid.

4. White Spot (Bintik Putih) 

penyakit lele bintik putih

Penyakit bintik putih atau disebut sebagai white spot  ini disebabkan oleh mikroorganisme. Ikan lele yang telah terinfeksi biasanya akan memiliki tanda seperti menggosokkan tubuhnya sendiri ke dinding kolam. Jika sudah terjangkit, Anda bisa mengobatinya dengan memindahkan ke kolam yang bersih.

Baca Juga:

Budidaya Lele Albino

Pengobatan lainnya untuk jenis virus yang menjangkiti lele antara lain seperti merendam ikan ke dalam larutan formalin 25 cc per meter kubik lalu ditambah dengan air bercampur malacit green 0,15g per meter kubik. Dilakukan selama 24 jam.

5. Penyakit Gatal pada Lele (Trichodiniasis)

Tak hanya manusia tapi ikan seperti lele pun bisa memiliki penyakit gatal lho. Ya, virus ini disebabkan oleh protozoa dengan jenis Trichodina sp. Gejalanya berupa lemasnya tubuh dan warnanya berubah menjadi kusam, serta sering menggosokkan badannya ke dinding kolam atau dasar.

Salah satu penyebab penyakit gatal ini adalah kepadatan ikan dan kurangnya oksigen. Namun, jangan khawatir karena dapat dicegah seperti dengan cara mengatur kualitas air serta kepadatan tebar. Adapun cara lain yaitu di rendam dalam larutan formalin 40 ppm selama 12 hingga 24 jam.

6. Lele yang Keracunan dan Kekurangan Vitamin

Salah satu penyebab lele berpenyakit ialah keracunan serta kurangnya diberi vitamin. tidak heran bagi para pembudidaya ikan ini sempat merasa kaget melihat kondisi ternaknya melemah atau bahkan ada yang mati. Itu semua membuat bisnis menurun disebabkan terjadinya penurunan jumlah ikan.

Artikel Terkait:

Pakan Alternatif Lele dari Tumbuhan

Keracunan bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor seperti air tercemar pestisida, limbah rumah tangga, industri dan lain-lain. Sedangkan kurangnya asupan vitamin pada lele juga memengaruhi, berikan secukupnya vitamin C agar tubuh ikan tidak bengkok serta tulang kepalanya retak.

7. Penyakit Kuning (Jaundice)

Virus lainnya yang biasa menjangkiti ikan lele salah satunya adalah penyakit kuning atau disebut Jaundice. Penyebab utama ialah akibat kurangnya asupan pakan yang baik atau manajemen pemberian makannya buruk. Parahnya memberikan yang sudah kedaluwarsa atau rusak.

Hal lain yang menjadi pemicu utama munculnya penyakit kuning juga karena seringnya diberikan ikan rucah dan jeroan, alga merah dari aliran kolam lain. Jadi, sebagai pembudidaya usahakan untuk selalu memerhatikan kebersihan kolam serta pakannya agar lele tetap sehat.

8. Pecah Usus

penyakit lele kembung

Pecah usus atau biasanya disebut reptured intestine syndrome (RIS), sesuai dengan namanya penyakit ini menyebabkan usus ikan lele pecah. Salah satu penyebabnya antara lain karena pemberian pakannya yang tidak teratur dan efektif. Ketahuilah bahwa lele merupakan jenis hewan dengan porsi makannya banyak atau rakus. 

Jika lele terlalu banyak memakan makanannya yang terjadi adalah usus bagian tengah serta belakangnya akan pecah. Perhatikan kebutuhan ikan Anda, jadi berikan pakan sekitar 3-6% dari total berat badannya lalu diberi saat pagi, siang dan juga malam. 

9. Hama dari Hewan Predator 

Sesuai dengan namanya, Predator adalah hama yang dapat mengganggu Anda dalam berbudidaya ikan lele. Jadi, usahakan untuk membuat kolam sedikit lebih dalam dan jika perlu beri pembatas di tepi serta pasang paranet agar terhindar dari ular, anjing, kucing dan lain-lain.

Hama lain yang biasanya dapat mengganggu Anda para pembudidaya ikan lele adalah belut yang bisa membuat bocor dinding pematang sawah, itu jika menggunakan media tanah. Namun, tidak ada jaminan bahwa lele menjadi santapan hewan lain sewaktu-waktu. 

10. Penyakit Cendawan

Penyakit yang biasanya sering menjangkit lele Anda. Cendawan memiliki jenis yaitu saprolegnia dan juga achyla, sering sekali dijumpai pada perairan kaya bahan organik. Ikan akan terserang virus ini ketika mereka sudah mempunyai luka atau dalam keadaan lemah.

Ciri-ciri lele yang sudah terjangkit adalah di sekitar lukanya akan banyak sekali serabut warna putih. Cara mengatasi hal ini ialah dengan mengurangi kepadatan tebar pada bibit lelenya, air kolam juga seharusnya ditaburi garam dapur sekitar 5 gram / meter kubik. 

11. Penyakit Kulit Mengelupas

Tidak hanya manusia bisa mengalami borok akan tetapi lele juga dapat terjangkit penyakit ini. Hal tersebut seringkali menjadi momok menakutkan bagi para pembudidaya ikan tersebut karena dapat menimbulkan kematian yang cukup banyak. Penyebabnya dari virus aeronomas dan pseudomonas.

Ciri-ciri penyakit ini adalah kulit lele mengelupas serta dapat mengeluarkan nanah bila sudah terjangkit cukup parah. Tindakan yang bisa dilakukan ialah memisahkan ikan yang sakit lalu ikan sehat akan diberikan antibiotik dicampur dengan pakannya sebanyak 1 mg / kg.

12. Cacingan 

Lucu ya mendengar lele bisa terjangkit penyakit cacingan? Ya, tidak hanya manusia saja yang bisa terkena, tetapi ikan ini juga. Salah satu gejalanya ialah turunnya nafsu makan dan kesulitan dalam bernapas karena virusnya menyerang bagian insang, kulitnya pun berlendir. 

Penanganan yang tepat saat lele sudah terjangkit penyakit ini adalah mengganti air dalam jumlah cukup besar lalu ditaburi garam sebanyak 40 gram / meter kubik. Ikan yang sakit akan di rendam pada 250 cc per meter kubik formalin sekitar lima belas menit.

13. Hirudinea 

Serangan pada penyakit ini sangatlah berbahaya karena dapat menyebabkan lele melambat masa pertumbuhannya. Parasit hirudenia yang menyerang berupa cacing kecil warna merah agak kecoklatan dan pengisap darah.

Tindakan yang bisa dilakukan saat mengetahui lele sudah terjangkit adalah dengan memberikan larutan DITEREX 0,5 ppm pada kolam. Selain itu, juga bisa menggunakan cara lain seperti mengurangi ikan supaya tidak banyak terkena penyakit hirudenia.

14. Tuberculosis

Sungguh ada-ada saja penyakit yang bisa menyerang lele ini, layaknya manusia ia bisa terjangkit sebuah penyakit bernama Tuberculosis. Hanya perbedaannya jika catfish telah terjangkit, warna tubuhnya akan menjadi gelap dan perut mereka membengkak disertai bintil pada hati, limpa, ginjal.

Lele yang sudah terserang penyakit tuberculosis akan lebih suka berada di permukaan air dan sering berputar-putar, pada bagian siripnya pun terdapat bintik putih. Cara penanganannya, cukup perbaiki kualitas dan lingkungan kolamnya, beri terramycin di campur dengan pakan sekitar 5-7,5gram /100kg.

Kenali Jenis Hama Pengganggu Lele 

Selain penyakit ada pula hama yang sering mengganggu lele, lebih tepatnya adanya organisme pemangsa ikan atau bisa saja menjadi suatu permasalahan besar bila ikan Anda terjangkit sebuah hama ini. Pembudidayaan akan semakin terganggu dengan beberapa hama berikut:

  • Larva Capung 

Larva capung atau biasa disebut dengan kini-kini adalah bibit ikan yang ganas, bisa menjadi suatu momok menakutkan bagi para pembudidaya ikan lele karena dapat membinasakan usahanya. Sebelum menjadi sebuah larva, hama ini berbentuk telur katak dengan adanya lendir 1-3 cm.

Telurnya mungkin tidak begitu terlihat, tapi akan terasa licin di tangan bila di pegang. Setelahnya akan menetas dalam waktu dua hari. Ini tidak bisa dibiarkan, dengan adanya hama tersebut harus segera di buang hingga bersih.

  • Larva Cybister

Cybister atau biasa disebut ucrit merupakan larva yang berasal dari air, dikenal juga dengan sebutan larva belalang. Ciri-cirinya ialah bentuk tubuhnya panjang sekitar 3-5 cm, memangsa bibit ikan khususnya yang masih kecil dan juga lemah.

Cara penanganan utamanya antara lain mengurangi bahan organik pada sekitar kolam, pasanglah sebuah saringan, penebaran bibitnya dilakukan sesuai dengan aturan. Jika terlanjur menyebar, angkat menggunakan seser, bunuh dan buang di tempat lain. Dapat juga digunakan minyak tanah.

Sekian beberapa penjelasan tentang berbagai macam penyakit lele dan juga hama yang biasa menyerangnya. Hal tersebut sangat lumrah terjadi, sebagai seorang pembudidaya ada baiknya Anda dapat mengantisipasi terjadinya sesuatu tidak diinginkan agar selalu siap menghadapi masalah.


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url