Ternak Ikan Lele: Panduan Lengkap 100% Untung

Ternak lele dapat dijadikan sebagai usaha sambilan untuk menambah penghasilan. Budidaya lele terbilang cukup mudah untuk dilakukan. Selain itu, pemasarannya juga tidak sulit karena banyak orang menyukai olahan lele. Di tambah lagi, banyak restoran/warung makan yang membutuhkan ikan ini sebagai bahan baku jualannya. Sobat Panenlele bahkan tak memerlukan lahan luas untuk budidaya lele.

Ikan Lele: Karakteristik dan Jenisnya

ternak lele

Sebelum memulai usaha ternak lele, Sobat Panenlele sebaiknya memiliki pemahaman yang baik tentang ikan ini. Sehingga, Sobat Panenlele dapat merawat dan membudidayakannya dengan tepat.

Karakteristik Ikan Lele

Ikan ini tergolong pada marga Clarias. Ciri khas dari ikan ini adalah memiliki tubuh yang licin berwarna hitam, kumis, serta sirip punggung dan sirip ekor yang memanjang serta menyatu dengan ekor.

Ikan lele merupakan ikan air tawar dan biasanya ditemukan di sungai berarus lambat, rawa, sawah, dan waduk. Ikan ini bahkan juga dapat hidup di air yang tercemar misalnya di selokan. Lele dapat hidup dengan baik pada suhu antara 26o hingga 32o Celsius dan pH air 7-8. 

Karena tergolong hewan nokturnal, maka ikan ini akan lebih aktif mencari makanan di malam hari. Di siang hari, mereka terlihat lebih tenang dan lebih suka berenang di tempat yang teduh atau gelap.

Berat lele dewasa dapat mencapai 2 kg dan panjang 1 m, tergantung jenisnya. Selain itu, mereka siap kawin jika telah berumur 1 – 1,5 tahun. Di alam, lele dewasa akan melakukan pemijahan pada musim hujan.

Untuk menunjang hal tersebut, kami juga memiliki cara budidaya lele cepat panen.

Jenis Lele yang Cocok Dibudidayakan

Jenis ikan lele di dunia ini ada bermacam-macam. Para pembudidaya lele di Indonesia biasanya memilih jenis lele di bawah ini.

Lele Lokal

Jenis ikan lele tersebut merupakan asli Indonesia atau belum disilangkan dengan jenis lele lain. Ikan ini menghasilkan daging yang lezat dan tidak lembek. Akan tetapi, para peternak lele kurang menyukainya karena pertumbuhannya lambat dan membutuhkan waktulama untuk dipanen.

Lele Dumbo

Pada tahun 1985, lele asal Taiwan ini diperkenalkan ke Indonesia. Jenis lele tersebut sempat menjadi primadona para peternak karena tingkat pertumbuhannya yang lebih cepat daripada lele lokal. Selain itu, efisiensi pakannya juga lebih baik. Namun, lele Dumbo menghasilkan daging bertekstur lembek dan beberapa orang tidak menyukainya. 

Lele Sangkuriang

Jenis lele Sangkuriang bisa dikatakan sebagai favorit para peternak saat ini. Lele yang dikembangkan oleh BBPAT Sukabumi ini dikembangkan dari lele Dumbo. Keunggulan jenis ikan tersebut adalah efisiensi pakannya lebih baik dan jumlah telur yang dihasilkan lebih banyak dari lele Dumbo. 

Lele Mutiara

Lele yang dikembangkan oleh Balai Riset Perikanan Air Tawar Sukabumi ini memiliki berbagai keunggulan. Salah satunya adalah tingkat pertumbuhannya lebih cepat dari lele Sangkuriang. Selain itu, lele ini lebih tahan terhadap suhu panas (hingga 35oC) dan  efisiensi pakannya juga lebih baik.

Kapan Ikan Lele Siap Dipanen?

Ikan lele dapat dipanen dengan cepat jika diberi makan dengan tepat. Ikan ini dapat dipanen setelah sekitar 3 bulan setelah proses pembesaran benih atau saat takarannya sekitar 8-10 ekor/kg untuk konsumsi lokal. Untuk impor, lele harus dipanen setelah bobotnya mencapai 500g. Pemanenan harus dilakukan dengan hati-hati agar tubuh ikan tidak rusak saat dipanen.

Cara Ternak Lele Pembenihan 

ternak lele pembenihan

Budidaya lele, dibagi menjadi dua segmen yaitu pembenihan dan pembesaran. Jika memilih segmen pembenihan, maka Sobat Panenlele harus melakukan pemijahan sendiri untuk memperoleh benih lele. Pemijahan tersebut pada dasarnya dapat dilakukan dengan dua cara.

Pemijahan Alami

Pada proses ini, Sobat Panenlele hanya memerlukan kolam pemijahan dan indukan lele yang berkualitas. Kolam tersebut berukuran 2 x 1 m dan dalamnya 1 m. Bersihkan dan jemur kolam sebelum diisi air setinggi 40 cm. Pastikan air kolam teraerasi dengan baik dan pasang kakaban

Pilih lele jantan dan betina yang benar-benar sudah matang atau dewasa dan sehat. Untuk meningkatkan keberhasilan, Sobat Panenlele dapat menyuntikkan hormon pada induk betina. 

Masukkan kedua induk ke dalam kolam pada sore hari dan tutup kolam agar lele tidak melompat keluar. Induk lele biasanya akan melakukan pemijahan antara pukul 23.00 dan 05.00.

Jika pemijahan berhasil, Sobat Panenlele dapat melihat telur ikan menempel pada kokoban. Angkat indukan dari kolam agar mereka tidak memakan telurnya sendiri. Buang telur yang berwarna putih susu dan tetaskan telur yang berwarna transparan. Lakukan proses pembesaran larva.

Pemijahan In Vitro

Proses pemijahan ini lebih rumit dan tidak terlalu cocok untuk pemula. Pemijahan in vitro dilakukan dengan cara membedah ikan lele jantan untuk mendapatkan sperma lele. 

Potong kantung sperma yang berbentuk pipih panjang dan berwarna putih. Tampung sperma ke dalam mangkok.

Urut perut indukan betina yang sebelumnya telah disuntik hormon. Saat diurut, betina akan mengeluarkan telur. 

Tampung telur pada mangkok lain. Tambahkan sperma lele pada telur sedikit demi sedikit sambil diaduk menggunakan bulu ayam. Tambahkan sedikit air bersih dan aduk kembali secara perlahan.

Tebar campuran telur dan sperma ke kolam atau akuarium dengan menggunakan bulu ayam. Pastikan air teraerasi dengan baik dan arusnya tidak terlalu kencang. Jaga kondisi kolam hingga telur menetas menjadi larva.

Ternak Lele Pembesaran

Jika memilih segmen pembesaran, maka Sobat Panenlele hanya perlu membesarkan benih lele yang dibeli dari supplier. Cara ini cocok sekali untuk pemula karena lebih mudah dilakukan. Langkah ternak lele pembesaran adalah:

Siapkan Kolam

Sobat Panenlele dapat memilih berbagai jenis kolam untuk membesarkan benih lele. Benih lele tidak membutuhkan kolam berukuran besar untuk tumbuh. Kolam yang berukuran 1m2 dapat digunakan untuk membesarkan 100 benih lele.

Memilih Benih

Pilihlah benih lele yang sehat, tubuhnya proporsional, dan aktif. Selain itu benih ini harus memiliki panjang tubuh 5-7 cm. Namun, pastikan bahwa Sobat Panenlele membesarkan lele dengan ukuran seragam dalam satu kolam. 

Sehingga, jika Sobat Panenlele memilih satu benih berukuran 7 cm, maka benih lain juga harus berukuran 7 cm

Menebar Benih

Sebelum benih ditebar, pertama-tama Sobat Panenlele harus mengisi kolam dengan air bersih setinggi 60 cm. Setiap kolam yang berukuran 1m2 membutuhkan pupuk sebanyak 1,5 kg. 

Bagi pupuk menjadi dua bagian dan masukkan ke dalam dua karung. Letakkan karung ke dalam kolam yang telah diisi air. Biarkan pupuk terendam selama dua minggu, lalu angkat karung.

Penebaran benih lele sebaiknya dilakukan pada sore atau pagi hari saat suhu air kolam cukup dingin. Masukkan benih ke dalam kolam sedikit demi sedikit dan hati-hati. Sobat lele dapat menampung benih dalam sebuah ember plastik, lalu menuangkan benih tersebut secara perlahan.

Pemeliharaan

Proses pemeliharaan ini terdiri dari dua langkah utama, yaitu:

Pemeliharaan Kualitas Air

Air yang ada di dalam kolam lele tidak perlu diganti hingga masa panen tiba untuk menjaga pH air. Sobat Panenlele juga tidak perlu mengaerasi air kolam. 

Namun, Sobat Panenlele dapat menambahkan air secara bertahap, sekitar 20 cm, hingga ketinggian air kolam mencapai 120 cm. Langkah tersebut untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan seperti penyakit ikan lele kulit mengelupas, kuning, dsb.

Pemberian Pakan

Lele harus diberi pakan 3 hingga 5 kali sehari dengan jarak 2 atau 3 jam antara pemberian pakan yang satu dan berikutnya. Pemberian pakan yang pertama sebaiknya dilakukan pada pukul 7 pagi dan yang terakhir pada pukul 10 malam. Ketika hujan turun, pemberian pakan harus ditunda.

Jenis pakan utama yang diberikan pada lele adalah pelet. Namun, jika Sobat Panenlele ingin sedikit berhemat, bisa dicoba pakan alternatif lele dari tumbuhan sebagai pengganti pelet. Pakan ini berupa keong emas dan limbah ayam. Sebelum diberikan, keong emas harus dihilangkan cangkangnya dan ayam harus dihilangkan bulunya.

Panen Lele

Setelah kurang lebih 3 bulan dipelihara, benih lele dapat dipanen. Untuk konsumsi lokal, pemanenan dilakukan saat lele bobotnya sekitar 125 gr atau 8 ekor/kg. Sobat Penenlele harus berhati-hati dalam memanen ikan ini. Gunakanlah alat yang licin untuk menjaring lele. Sehingga, tubuhnya tidak lecet.

Tips Ternak Lele bagi Pemula

Sekilas, proses budidaya lele dapat dilakukan dengan mudah. Namun, para pemula biasanya mengalami kendala sehingga hasil panen mereka kurangmaksimal. Untuk memaksimalkan panen, Sobat Panenlele dapat mengikuti tips berikut ini.

Tips Persiapan Kolam Lele

Jenis kolam leleada berbagai macam. Sobat Panenlele dapat melakukan ternak lelekolam terpal, kolam tanah, kolam semen, ternak lele di bak, dan bahkan ternak lele di ember. 

Setelah kolam terisi air, sebaiknya jangan langsung ditebari benih. Diamkan air beberapa hari agar fitoplankton dan lumut tumbuh di kolam. Hal ini akan mencegah air menjadi keruh.

Selain harus menjaga pH air, Sobat Panenlele juga perlu menjaga agar suhu air tidak terlalu panas. Oleh karenanya, Sobat Panenlele perlu memberi jarak yang cukup dalam dari permukaan. Di samping itu, jangan lupa tambahkan eceng gondok untuk peneduh dan penyerap racun.

Tips Mengembangbiakkan Lele 

Apabila Sobat Panenlele ingin melakukan ternak lelesegmen pembenihan, maka Sobat Panenlele perlu mengetahui ciri indukan yang sudah matang. 

Ciri induk betina yang sudah matang adalah alat reproduksinya berwarna kuning dan perutnya cembung. Sedangkan induk jantan memiliki alat reproduksi memanjang dan berwarna merah.

Pemberian hormon dapat diberikan untuk meningkatkan keberhasilan pemijahan. Hormon ini disuntikkan pada induk betina sekitar 8 jam sebelum dikawinkan atau sebelum dikeluarkan telurnya.

Tips Pemeliharaan

Pemberian pakan tidak boleh telat. Jika sampai terlambat, maka ikan lele akan memakan temannya sendiri. Hal ini karena mereka memiliki kecenderungan untuk berlaku kanibal. Itulah mengapa lele harus sering diberi makan.

Selain itu, lele juga dapat terserang penyakit atau hama. Oleh karenanya, Sobat Panenlele perlu menambahkan obat-obatan khusus ke dalam kolam agar lele tidak mudah terserang jamur dan penyakit lainnya. Sobat Panenlele juga perlu melakukan pencegahan agar hewan lain tidak masuk ke kolam lele.

Jenis-Jenis Kolam Lele 

ternak lele

Seperti yang sudah sempat disinggung di atas, budidaya lele dapat dilakukan dengan bermacam-macam jenis kolam. Setiap jenis kolam tentu saja memiliki keunggulan dan kelemahan yang berbeda-beda.

Kolam Semen

Jenis kolam ini memiliki dasar dan dinding kolam yang dilapisi semen. Banyak pembudidaya yang menggunakan kolam semen untuk beternak lele. Hal itu karena jenis kolam ini memiliki beberapa keunggulan, yaitu tahan lama, air kolam mudah diganti, dan suhu air mudah dikontrol. 

Namun, kolam ini juga memiliki beberapa kelemahan. Salah satunya adalah biaya pembuatannya mahal. Selain itu, kolam ini perlu disterilkan sebelum dipakai agar air tidak tercemar oleh bahan kimia dalam semen.

Kolam Tanah

Seperti namanya, kolam ini terbuat dari tanah. Sehingga, dasar dan dindingnya berupa tanah. Kolam tanah adalah kolam alami yang bebas pencemaran bahan kimia serta tidak membutuhkan biaya mahal dalam pembuatannya. 

Selain itu, kolam ini memiliki beragam organisme yang dapat menjadi makanan lele.  Air di kolam ini juga tidak perlu sering diganti.

Meski murah dan mudah dibuat, namun kolam ini memiliki beberapa kelemahan. Salah satunya adalah kolam ini memerlukan lahan yang luas.

Suhu kolam ini sulit diatur dan airnya keruh sehingga Sobat Panenlele kesulitan membedakan ikan yang besar dan yang kecil. Selain itu, kualitas ikan lele yang dihasilkan oleh kolam ini kurang maksimal. 

Kolam Drum

Ternak lele di drummenjadi pilihan yang sangat pas untuk Sobat Panenlele yang tidak memiliki lahan yang besar. Drum yang digunakan dapat berupa drum plastik ataupun drum besi. Kolam ini dapat dipindahkan dengan mudah sehingga ikan lele lebih terlindung dari panas dan hujan. Namun, air di kolam ini harus sering diganti.

Kolam Terpal

Pembuatan kolam terpal ini membutuhkan kain terpal yang kuat dan kerangka besi. Dibandingkan dengan biaya pembuatan kolam semen, kolam terpal membutuhkan biaya yang relatif terjangkau. Kolam terpal dapat bertahan selama enam tahun. 

Namun, Sobat Panenlele harus sering mengontrolnya karena kolam ini rawan bocor jika tidak dirawat dengan benar.

Ember

Saat ini, banyak orang yang mencoba ternak lele pakai emberplastik. Ember yang digunakan ini memiliki kapasitas antara 80 hingga 100 liter. 

Biasanya, ember ini dilengkapi dengan kran pada bagian bawahnya. Sehingga, Sobat Panenlele dapat membuang air kotor di dalam ember dengan lebih mudah.

Keunggulan ember ini adalah relatif murah dan tidak membutuhkan area yang luas. Dengan demikian, Sobat Panenlele yang tidak memiliki lahan dapat mencoba cara ternak leleini. Selain itu, ember ini juga praktis dan dapat dengan mudah dipindah-pindahkan. Akan tetapi, air di ember ini harus sering diganti.

Budidaya Lele di Area Perkotaan

Saat ini ternak leletidak hanya dapat dilakukan di wilayah pedesaan atau pinggiran. Sobat Panenlele yang tinggal di area perkotaan juga dapat melakukan budidaya lele. 

Sobat Panenlele tidak perlu pusing memikirkan luas lahan dan keberhasilan dari budidaya ini karena sudah banyak orang mempraktikannya. 

Ternak lele di rumah dan lahan sempit sangat cocok untuk para pemula. Karena, cara ternak lele sederhanaini cukup mudah dilakukan oleh hampir semua orang.

Budikdamber

Budidaya ikan lele dalam ember mulai populer dilakukan oleh masyarakat beberapa tahun terakhir. Cara ini tidak hanya bisa digunakan untuk beternak lele, namun juga untuk budidaya sayuran air, contohnya kangkung.

Sehingga, budikdamber ini akan memberikan hasil panen ganda. Untuk bisa berhasil dalam mempraktikan ternak lele dan kangkung, Sobat Panenlele membutuhkan:

Ember 80L

Benih lele berjumlah 60-100 ekor/ember dengan ukuran panjang 5-12cm.

Bibit kangkung

10 buah gelas plastik

Arang batok kelapa

Kawat kecil

Solder

Setelah memiliki semua bahan tersebut, Sobat Panenlele dapat mengikuti langkah di bawah ini.

Lubangi bagian bawah gelas plastik, lalu isi dengan arang batok kelapa hingga 80% penuh. Tanam bibit kangkung dengan hati-hati agar akarnya tidak rusak. Setelah itu, potong kawat sepanjang 12 cm. Tekuk kawat hingga membentuk pengait. Kawat ini nantinya berguna untuk menggantungkan gelas berisi bibit kangkung.

Isi ember dengan air sebanyak 60L dan diamkan air selama 2 hari. Setelah itu, masukkan benih lele dan biarkan ikan beradaptasi selama 2 hari. Kemudian, gantungkan gelas plastik di tepi bagian dalam ember. Letakkan ember di tempat yang terpapar oleh sinar matahari.

Beri makan ikan 3 x sehari atau lebih jika lele terlihat menyembulkan kepala ke permukaan. Pastikan bahwa ukuran pelet yang diberikan sesuai dengan ukuran lele.

Ganti air yang ada di dalam ember setiap 2 minggu sekali atau saat air berbau busuk dan lele terlihat kekurangan oksigen. Ketika melakukannya, buanglah air dan kotoran yang ada di dasar emberdengan cara membuka kran di bagian bawahatau menyedotnya dengan selang.

Rawat tanaman kangkung yang tumbuh pada gelas plastik. Pastikan bahwa sayuran ini terhindar dari hama. Jika Sobat Panenlele menemukan kutu daun atau ulat, segera hilangkan hama dan potong daun yang terkena hama.

Panen kangkung dapat dilakukan pada minggu ke-2 atau ke-3. Sedangkan panen lele dilakukan pada bulan ke-3 sejak penebaran benih.

Ternak Lele Bioflok 

ternak lele bioflok

Beberapa tahun lalu, ternak lelesistem bioflok sempat menjadi tren di antara masyarakat. Dalam sistem ini peternak berusaha memanfaatkan aktivitas bakteri pembentuk flok atau gumpalan yang mampu menghasilkan pakan lele. Sehingga, peternak dapat menghemat biaya pakan.

Langkah untuk melakukan budidaya lele dengan sistem ini adalah:

Siapkan Kolam Terpal Bulat 

Ukuran kolam dapat disesuaikan dengan ukuran lahan. Jika Sobat Panenlele tidak memiliki lahan yang luas, kolam berdiameter 1 m dapat menjadi pilihan. Kolam ini harus dilengkapi dengan pipa saluran pembuangan agar mudah dibersihkan.

Isi Kolam Terpal dengan Air

Kolam ini sebaiknya diisi dengan air setinggi 80 hingga 100 cm. Diamkan air selama sehari. Setelah itu, tambahkan 5 ml probiotik/m3 air. Probiotik adalah bakteri pembentuk gumpalan yang menghasilkan pakan lele. Lalu, pada hari ke-3 masukkan 250 ml prebiotik molase/m3 air. 

Fungsi prebiotik adalah sebagai pakan untuk probiotik. Setelah itu, taburkan dolomite sebanyak 200gr/m3di malam hari, hari yang sama. Dolomite tersebut berguna untuk memperbaiki kualitas air.

Persiapan dan Penebaran Benih 

Pilihlah benih lele yang sehat, tidak cacat, memiliki proporsi tubuh yang baik agar dapat memperoleh hasil panen maksimal. Ukuran panjang benih lele tersebut sebaiknya antara 5 hingga 12 cm. Setiap kolam terpal berdiameter 1 m dapat digunakan untuk memelihara 1000 ikan lele. 

Penebaran benih dilakukan 7 hingga 10 hari setelah dolomite ditaburkan. Setelah benih ditaburkan, tambahkan lagi prebiotik sebanyak 5 ml/m3. Penambahan prebiotik sebaiknya dilakukan sehari setelah penaburan benih.

Perawatan

Selama masa pemeliharaan benih yang berukuran kurang dari 12 cm, Sobat Panenlele perlu menambahkan 2 butir ragi tape/m3, 5 ml probiotik/m3, 200 gr air dolomite/m3, dan 1 sendok makan ragi tempe/m3. Penambahan ini dilakukan setiap 10 hari sekali

Setelah benih mencapai panjang lebih dari 12 cm, air kolam terpal perlu ditambahkan 6-8 butir ragi tape/m3, 5 ml probiotik/m3, 200 gr air dolomite/m3, dan 3 sendok makan ragi tempe/m3. Pemberian bahan-bahan tersebut dilakukan 10 hari sekali. Perlu dicatat bahwa ragi tempe dan tape harus dilarutkan dengan air sebelum ditambahkan ke dalam air kolam.

Pemberian Pakan

Pemberian pakan dapat dilakukan minimal sehari 3 kali dan pastikan bahwa takarannya cukup. Jika lele kekurangan pakan, mereka akan saling memakan sehingga mengurangi jumlah panen. Setelah flok terbentuk, pemberian pakan dapat dikurangi.

Penggantian Air

Air sebaiknya diganti jika terlihat kotor dan tidak sehat. Dalam melakukan penggantian air, Sobat Panenlele hanya perlu membuang 30% air. Air yang perlu dibuang adalah lapisan air bawah. Hal ini bertujuan agar kolam bersih darikotoran lele. 

Ternak Lele di Bak Plastik

Cara lain budidaya lele adalah menggunakan kolam fiber atau bak plastik. Kolam ini sedikit lebih mahal dari budikdamber ataupun kolam terpal. Meski demikian, kolam fiber lebih awet. 

Jika rutin dibersihkan, kolam ini dapat bertahan selama beberapa tahun. Akan tetapi, air di kolam ini harus sering diganti. Alasannya, air di kolam fiber biasanya cepat bau dan kotor.

Kolam fiber tersedia dalam berbagai ukuran. Sehingga, Sobat Panenlele dapat memilih ukuran bak yang sesuai dengan ukuran lahan yang dimiliki. Selain itu, kolam ini juga tersedia dalam bentuk kotak maupun bulat.

Jika Sobat Panenlele memilih kolam berukuran 3x4 m, maka Sobat Panenlele dapat mengisinya dengan 50 kg benih ikan. Cara beternak lele dengan media kolam fiber hampir sama dengan cara budidaya lele di kolam terpal. Dengan perawatan dan pemeliharaan yang tepat, Sobat Panenlele dapat memanen 200 kg lele setelah 2,5 bulan. 

Ternak Lele di Drum Plastik

Media lain yang dapat digunakan untuk ternak leleadalah drum plastik. Media ini tidak membutuhkan lahan luas sehingga cocok untuk area perkotaan. Jika tertarik dengan cara ini, Sobat Panenlele dapat mengikuti langkah berikut.

Persiapan Kolam 

Dapatkan drum plastik yang biasanya berwarna biru dan ukurannya 200L. Letakkan drum secara horizontal dan buat lubang besar pada sisi atas. Setelah itu, bersihkandrum dengan air dan keringkan. 

Isi drum tersebut dengan beberapa liter air. Kemudian, tambahkan ¼ kg pupuk kandang yang telah dicampur dengan tanah ke dalam air. Diamkan kolam selama 2 minggu hingga fitoplankton tumbuh. Setelah itu, tambahkan air bersih hingga air di dalam kolam tingginya ½ tinggi drum.

Penebaran Benih Ikan

Sebelum menebar benih, pertama-tama Sobat Panenlele harus memilih benih lele yang sehat, lincah, dan berukuran seragam. Setelah itu, barulah proses penebaran benih dapat dimulai. Satu drum plastik sebaiknya diisitak lebih dari 200 benih agar ikan lele memiliki cukup ruang untuk tumbuh. 

Pemberian Pakan

Benih lele yang dipelihara di dalam drum sebaiknya diber makan 3x sehari. Di samping itu, Sobat Panenlele juga perlu memberikan asupan makanan tambahan berupa keong emas atau limbah ayam. 

Pemberian pakan sebaiknya dilakukan sedikit demi sedikit. Jika pakan yang diberikan tidak segera dilahap, itu berarti bahwa ikan lele sudah kenyang. Sehingga, Sobat Panenlele dapat berhenti memberinya pakan.

Pemeliharaan

Air di dalam drum harus segera diganti jika sudah bau dan terlihat tidak sehat. Dalam mengganti air, Sobat Panenlele tidak perlu mengganti semuanya. Hanya lapisan bawah saja yang perlu diganti. Selain itu, untuk menjaga kualitas air, Sobat Panenlele dapat menumbuhkan eceng gondok pada kolam ini.

Panen

Setelah sekitar 2,5 atau 3 bulan, lele di dalam drum dapat dipanen. Drum yang telah kosong dapat digunakan untuk budidaya selanjutnya. Namun, jangan lupa untuk mencuci dan mengeringkannya terlebih dahulu sebelum dipakai.

Dengan berkembangnya zaman dan teknologi, kini ternak lele dapat dilakukan dengan lebih mudah dan praktis. Sehingga, masyarakat yang tinggal di perkotaan dengan lahan sempit dapat memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk menjadi peternak lele dan memperoleh keuntungan besar dari usaha tersebut.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url