Cara Budidaya Belut Sukses Maksimalkan Hasil Panen

Banyak orang menganggap belut adalah hewan yang menjijikkan dan menyeramkan, sama seperti ular. Beberapa orang bahkan memiliki kesan yang salah bahwa belut adalah jenis ular yang hidup di air karena kemiripannya dengan ular. Padahal, banyak orang yang bahkan melakukan budidaya belut.

Ya, belut yang termasuk ikan konsumsi adalah komoditi yang banyak dibudidayakan oleh peternak. Sebenarnya, hewan ini adalah ikan sirip pari yang memiliki ukuran panjang. Welut bahkan termasuk dalam ordo Anguilliformes dari kelas Actinopterygii  dan memiliki hubungan gen dengan hiu dan tuna.

Jenis-jenis Ikan Belut 

Beberapa  jenis ikan belut yang banyak ditemukan di dunia adalah :

Belut Sawah

cara budidaya belut sawah

Saat ini, welut dapat ditemukan di sebagian besar samudra dan lautan di dunia serta di banyak danau, sungai, air tawar dan bahkan sawah. Cara budidaya belut sawah yang hidup di lingkungan air tawar tergolong unik dan berbeda. Bagaimanapun, tidak semua orang tahu kalau belut berkembang biak dengan cara bertelur.

Perlu Anda Baca: Budidaya Lobster Air Tawar

Spesies yang ada di sawah umumnya disebut dengan belut moa atau 'penghuni bawah' karena suka bersembunyi di lumpur, pasir, atau bebatuan di dasar perairan mana pun. Welut moa biasanya hidup di perairan yang relatif dangkal dan hidup dalam satu lubang atau celah.

Berdasarkan habitatnya saat ini, spesies ini sangat cocok apabila Anda ingin budidaya belut dengan lumpur.

Belut Moray

Moray (secara teknis diklasifikasikan sebagai Muraenidae) adalah jenis belut terbesar di dunia. Belut  Moray sebagian besar hidup di lautan tropis dan subtropis.

Bergantung pada spesies spesifiknya, belut moray dapat ditemukan di perairan dangkal dekat pantai, terutama di terumbu karang  dan di bagian samudra yang paling dalam.

Belut  moray memiliki dua pasang rahang dan gigi, satu di depan mulut dan satu lebih jauh ke belakang di tenggorokan. Belut moray memiliki indra penciuman yang sangat baik karena ikan ini memiliki penglihatan yang relatif buruk

Tidak seperti ikan lainnya, kebanyakan jenis belut moray tidak memiliki sisik, sirip dada atau panggul, dan mengeluarkan lendir di atas kulit luarnya yang halus, membuat jenis belut ini terasa sangat berlendir.

Belut Giant Moray

Giant moray adalah belut moray terbesar dalam hal massa tubuh. Untuk panjangnya, Giant Moray dapat mencapai hingga 3 meter dan berat badannya bisa tumbuh menjadi sekitar 31 kg ketika dewasa. Jenis belut ini bahkan bisa memiliki bentuk nyaris seperti ular ketika dewasa.

Giant Moray adalah belut asli samudra Pasifik dan Hindia yang dapat ditemukan di perairan sekitar, Australia, Laut Merah, dan banyak bagian lain di kawasan Indo-Pasifik.

Hewan ini sering ditemukan hidup di laguna serta di dalam atau di dekat terumbu karang. Giant Moray adalah hewan nokturnal yang biasanya menghabiskan siang hari di celah-celah terumbu atau di antara bebatuan di dasar laut dan malamnya mencari mangsa.

Belut Jepang

teknik budidaya belut jepang

Belut Unagi jepang kebanyakan ditemukan di alam liar, entah itu di sungai atau danau di seluruh negara Jepang. Tidak hanya di Jepang saja, belut jenis ini juga bisa ditemukan di Indonesia, Vietnam, Korea dan negara Asia lainnya.

Di beberapa titik dalam siklus hidup belut jepang, jenis ikan ini akan kembali ke air asin Samudera Pasifik untuk bertelur. Belut Jepang biasanya berwarna coklat dan putih atau perak ketika sudah dewasa, dan panjangnya akan tumbuh sekitar 1 meter.

Baca Juga: Lele Albino Kini Jadi Primadona?

Hewan ini biasanya memakan ikan bertulang, krustasea air tawar, dan serangga. Belut Jepang sendiri merupakan jenis belut komersial yang penting, terutama di Jepang sehingga ikan ini dibesarkan di kolam akuakultur yang dirancang khusus, dan diburu di alam liar.

Budidaya belut unagi memiliki potensi yang menggiurkan karena banyak digunakan dalam masakan Jepang, Cina dan Vietnam dan selalu disajikan dalam bentuk dipanggang atau dibakar. Sayangnya, welut jenis ini saat ini merupakan spesies yang terancam punah di alam liar.

Belut Zebra

Belut Zebra adalah belut berukuran kecil hingga sedang yang dinamai zebra karena kulitnya yang memiliki garis-garis putih cerah. 

 Berasal dari kawasan Indo-Pasifik, belut zebra dapat ditemukan di alam liar dari pantai Timur Afrika hingga Kepulauan Hawaii. Zebra Moray biasanya mendiami perairan yang relatif dangkal dan lebih menyukai terumbu karang.

Belut Zebra hanya bisa dilihat oleh para penyelam karena jarang terlihat di alam liar. Namun, dalam beberapa dekade terakhir belut zebra telah menjadi salah satu jenis belut terpopuler yang dikoleksi di akuarium.

Belut Listrik

Belut listrik adalah yang paling terkenal di dunia. Belut listrik adalah spesies ikan pisau dan lebih dekat hubungannya dengan ikan lele dan ikan mas daripada spesies belut.

Belut listrik adalah ikan air tawar eksklusif di Amerika Selatan, yang mendiami lembah sungai Amazon dan Orinoco, rawa, anak sungai, dan sungai kecil. Belut ini biasanya berwarna coklat atau abu-abu tua dan bisa tumbuh antara 2 hingga 3 meter.

Secara umum, sengatan belut listrik tidak akan cukup kuat untuk membunuh manusia dewasa yang sehat, tetapi pasti akan sangat menyakitkan. Meski hidupnya di perairan, belut listrik harus naik ke atas permukaan setiap sepuluh menit atau lebih untuk bernapas.

Moray Mediterania

The Mediterranean Moray juga menjadi belut yang paling sering ditemukan di perairan pesisir Samudra Atlantik Timur dan Laut Mediterania.

Jenis belut satu ini kadang-kadang disebut Belut Romawi dengan warnanya berkisar dari abu-abu tua hingga coklat tua, dan biasanya memiliki bintik-bintik kecil yang lebih gelap.

 Belut ini suka sekali memangsa ikan lain, udang karang, dan makhluk mati yang tenggelam ke dasar. Tidak seperti kebanyakan jenis belut Moray, Moray Mediterania adalah jenis belut konsumsi yang banyak dimakan oleh orang-orang di beberapa daerah seperti negara Spanyol dan Portugal.

Belut ini sering disajikan dengan cara dipanggang atau direbus, dan dianggap sebagai makanan lezat di zaman Romawi Kuno.

Belut Indian Pike Conger

Belut Indian Pike Conger kadang-kadang disebut sebagai Conger Pike dan Daggertooth Pike Conger, merupakan jenis belut yang berasal dari Pasifik Barat dan Samudra Hindia. Jenis belut satu ini dapat ditemukan di lepas pantai India, Sri Lanka, Somalia, Indonesia, Cina, Filipina, dan Taiwan.

Indian Pike Conger umumnya memiliki warna coklat muda atau abu-abu, dengan bagian kulit bawahnya berwarna putih hingga kuning muda. Biasanya ikan belut jenis akan tumbuh antara 150 cm dan ditandai dengan kepala yang sangat besar dan mulut yang sangat besar melampaui mata.

Umumnya Belut Indian Pike Conger hidup di lumpur dan sedimen dengan kedalaman antara 600 meter hingga 800 meter. Belut ini jarang berkelana di dekat pantai dan biasanya memakan ikan bertulang dan udang.

Jenis belut ini telah ditangkap secara komersial selama beberapa dekade dan tersedia secara luas di seluruh India, Cina, dan sebagian negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Cara Budidaya Belut

Mempelejari cara budidaya belut itu berarti Anda juga harus tahu sejarah singkat dari ikan ini. Ada empat sub-ordo belut dan ada lebih dari 800 spesies ikan teridentifikasi. Sebagian besar ilmuwan percaya bahwa nenek moyang belut berkembang pada Zaman Kapur (sekitar 100 juta tahun yang lalu). Filsuf Yunani Aristoteles menulis penyelidikan 'ilmiah' pertama ke dalam sejarah belut sekitar 350 SM.

Menurutnya, ikan belut ini sebenarnya adalah sejenis cacing tanah. Selama berabad-abad, diyakini bahwa belut adalah makhluk yang benar-benar unik karena cara berkembang biaknya.

Hingga kemudian, pada akhir abad ke-18 belut akhirnya diidentifikasi sebagai jenis ikan yang bereproduksi dengan cara kuno, yakni melalui pemijahan dan banyak peternak yang telah melakukan budidaya belut. Berikut adalah beberapa cara beternak belut yang benar :

  • Siapkan Kolam Drum

Saat ingin membudidayakan belut air tawar, Anda harus selalu melakukan riset untuk mengetahui seberapa besar belut akan tumbuh. Sebab sebagian besar spesies belut jika dewasa akan mencapai panjang antara 500-700 cm.

Nah, langkah pertama untuk melakukan budidaya belut air bersih dalam tong adalah Anda perlu menyiapkan banyak kolam yang terbuat dari drum berbahan plastik. Kolam dari drum bekas ini juga disebut dengan kolam semi permanen karena memang bahannya yang tidak bisa tahan lama.

 Pastikan Anda membersihkan drum terlebih dahulu dan jangan sampai ada kotoran yang tersisa karena itu bisa mengganggu proses budidaya ikan belut Anda. 

Setelah drum bersih, maka Anda bisa melubangi bagian atasnya. Buat lubang agak memanjang untuk memudahkan Anda mengontrol belut-belut Anda.

  • Siapkan Media Tumbuh untuk Belut

Salah satu faktor keberhasilan dalam melakukan budidaya belut adalah memiliki media tumbuh. Pastikan untuk memasukkan banyak tanaman hidup di dalam kolam drum untuk menyediakan banyak penutup dan tempat persembunyian bagi belut.

Nah, ada banyak sekali media tumbuh yang bisa Anda gunakan di luar sana, bisa berupa kompos, lumpur kering atau pupuk.

Cara membuat media tumbuh ikan belut sendiri sangatlah mudah, di antaranya adalah :

  1. Anda perlu melapisi dasar kolam drum Anda dengan jerami yang memiliki ketebalan berkisar 50 cm.
  2. Setelah itu, Anda bisa menambahkan starter mikroorganisme ke atas jaring dan jangan lupa untuk menyiramnya, kira-kira sekitar 1 liter air untuk setiap drum.
  3. Kemudian, Anda bisa menambahkan kompos ke atas starter mikroorganisme, pastikan Anda menutupi starter mikroorganisme ini dengan kompos hingga mencapai ketebalan tanah humus 7 cm.
  4. Setelah Anda menutupinya dengan tanah humus, maka langkah selanjutnya adalah taburkan lumpur kering.
  5. Anda juga perlu memberi pupuk TSP di atas lumpur kering tersebut. Setidaknya, Anda perlu menyiapkan 5 kilogram untuk satu kolam drum.
  6. Setelah itu, Anda perlu rajin-rajin membersihkan kolam drum yang berisi starter mikroorganisme ini menggunakan air bersih. Lakukan pembersihan selama 2 minggu sampai proses fermentasinya selesai. Anda tidak boleh memasukkan belut ke dalam kolam drum sebelum proses fermentasinya sudah selesai.

Ketika berbicara tentang lingkungan budidaya, belut suka memiliki lubang atau gua untuk bersembunyi di siang hari, tetapi juga membutuhkan banyak air untuk berenang. Belut  suka menggali ke dalam substrat. Jadi, bisa dibilang kehadiran media tumbuh ini sangat penting bagi kesehatan belut Anda.

  • Masukkan Air ke Dalam Kolam Drum

Jika media tumbuh sudah berfermentasi, maka segera isi kolam drum dengan air. Belut tidak boleh disimpan di dalam drum yang ukuran airnya kurang dari 120 liter. Sebagai pedoman umum, belut nantinya akan berukuran 40 cm, dan satu individu membutuhkan 37 liter air.

Artinya, semakin besar ukuran drum, maka akan semakin baik untuk belut Anda. Anda juga harus memperhatikan parameter air dan pencahayaan. Ikan inilebih menyukai lingkungan dengan pencahayaan redup yang meniru kondisi liar habitatnya.

 Jadi, Anda perlu menggunakan pencahayaan redup di dalam kolam drum atau menyertakan beberapa tanaman terapung untuk menghalangi sebagian cahaya.

Anda juga membutuhkan sistem penyaringan yang sangat efisien yang menjaga air tetap bersih. Setidaknya, Anda perlu mengganti 30% air setiap minggu untuk menjaga kebersihan kolam.

  • Pilih Bibit yang Berkualitas

Apabila proses fermentasi media tumbuh sudah berjalan selama 2 minggu, maka langkah selanjutnya adalah Anda perlu mencari bibit belut yang bagus untuk dibudidayakan. Anda harus mencari bibit yang sekiranya berkualitas.

Cara menemukan bibit belut yang berkualitas adalah, sudah pastinya harus sehat, selalu aktif dan lincah pergerakannya dan mempunyai panjang antara 10 sampai 12 cm. Pastikan Anda harus membeli bibit dengan ukuran yang seragam, jangan ada yang ukurannya besar dan kecil.

Jika Anda membeli ukuran bibit  yang tidak seragam, maka bisa jadi belut dengan ukuran yang paling kecil menjadi mangsa  yang ukurannya besar, mengingat hewan ini juga suka memangsa ikan-ikan kecil.

  • Berilah Pakan Belut Terbaik

Pakan belut supaya cepat besar pada dasarnya adalah dengan memakan larva nyamuk, krustasea kecil, ikan, dan cacing karena hewan ini termasuk karnivora. Ikan ini paling aktif setelah gelap, menghabiskan sebagian besar waktunya di dasar sungai atau danau. Beberapa spesies juga pemakan bangkai.

Di penangkaran, beberapa spesies dapat diajarkan untuk menerima pakan belut alternatif yang dibekukan dan termasuk cacing darah dan cacing tubifex, serta ikan segar. Namun, pada beberapa kasus ada juga yang peternak yang memberikan pakan belut dari tumbuhan seperti alga dan lumut. 

Budidaya belut yang cepat panen adalah impian semua peternak, tapi mungkin tidak bisa berhasil jika Anda mengabaikan pakan pada bibit-bibit ikan Anda ini. Pastikan Anda memberikan pakan yang bergizi pada belut Anda sebab pakan ikan yang bernutrisi dan bergizi bagus sekali untuk pertumbuhan dan perkembangan bibit belut.

Anda bisa memberikan pakan belut dengan menyesuaikan bobotnya. Jika belut masih kecil, maka Anda bisa memberikan pakan berupa cacing, kecebong, larva atau pelet. Anda bisa memberi pakan sekitar ½ kg -1 kg setiap harinya. Atau, kalau Anda tidak punya waktu mengolah pakan alternatif dari tumbuhan untuk ikan ini, Anda bisa mencoba pakan belut pabrikan yang tentunya sudah terukur nutrisinya.

Sementara untuk yang sudah berukuran dewasa, maka Anda perlu memberi makan belut paling banyak dua kali seminggu

  • Pemanenan Belut

Apabila Anda sudah rutin memberi pakan dan bibit-bibit belut di kolam drum Anda sudah berubah dewasa, maka Anda bisa lho segera memanennya. Memang, untuk menunggu masa panen belut membutuhkan waktu sekitar 3-4 bulan. Jadi, sekarang Anda tidak perlu bingung lagi jika ada yang bertanya budidaya belut panen berapa bulan sekali.

Anda bisa langsung memanen semua ikan yang ada di kolam drum Anda, atau bisa juga mengambil sebagian saja dari jumlah yang ada. Apabila Anda ingin mengambil belut sebagian saja, maka pastikan Anda meninggalkan ikan belut yang kecil.

Anda bisa membesarkan kembali ikan yang masih kecil hingga ke masa panen berikutnya. Jangan lupa, selalu beri pakan terbaik untuk ikan Anda.

Biasanya, harga ikan belut saat ini stabil pada kisaran Rp 50.000 – Rp 70.000 per kilogram. Jika belut yang Anda jual adalah jenis belut untuk konsumsi seperti belut Jepang, maka bisa jadi harganya juga jauh lebih mahal. Ya, harga belut Jepang dipatok Rp 2 juta per kilogramnya.

Welut adalah hewan yang cukup pemalu karena menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bersembunyi di bawah substrat. Itulah mengapa Anda harus membuat media tumbuh dan perlu menunggunya selama 14 hari untuk fermentasi

Ingat, baik Anda melakukan teknik budidaya belut modern maupun budidaya belut pemula yang sederhana, satu hal yang pasti adalah tetap lakukan perawatan dengan baik dan benar. Salam budidaya belut sukses!

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url