Asuransi Hewan Ternak: Cara Kerja, Manfaat, dan Prosedurnya

Memiliki sapi dan kambing atau hewan ternak berharga tinggi lainnya merupakan sebuah aset yang dimiliki oleh masing-masing orang. 

Tentu keduanya bisa dijadikan sebagai investasi jangka panjang jika benar-benar mampu mengelola. Jadi tidak heran jika beberapa diantaranya memilih untuk mengurus asuransi hewan ternak. 

Asuransi Hewan Ternak Sapi 

asuransi hewan ternak yang bagus

Asuransi hewan ternak khususnya sapi merupakan salah satu produk jaminan yang telah didukung oleh Pemerintah, yakni Jasindo Agri. 

Adapun korporasi satu ini memberikan perlindungan kepada petani, peternak hingga nelayan agar mendapatkan kenyamanan dan keamanan selama usaha. 

Produk Asuransi Jasindo 

Salah satu produk hewan ternak sapi dari Jasindo sendiri adalah AUTS atau Asuransi Usaha Ternak SApi. 

Produk jaminan ini akan memberikan perlindungan bagi peternak sapi yang bisa saja mendapat ancaman resiko seperti kematian karena berbagai penyebab, seperti penyakit dan kecelakaan. 

Ada banyak resiko kematian dan kehilangan sapi yang sering dialami warga. Premi asuransi ini pun dibilang cukup terjangkau lantaran disediakan sendiri oleh pemerintah untuk masyarakat. 

Jadi memang disarankan bagi peternak agar mengurusnya demi keamanan hewan ternak selama kegiatan usaha. 

Harga Premi Asuransi Hewan Ternak Sapi 

Harga premi asuransi ini berkisar antara Rp 200 ribuan yang mendapatkan bantuan dari pemerintah sebesar Rp 40 ribu. 

Sementara nilai pertanggungan maksimal seharga Rp 10 juta setiap ekornya. Perlu diketahui bahwa hanya peternak khusus saja bisa memperolehnya dengan ketentuan tertentu. 

Peternak sapi ini adalah pembibitan dan pembiakan sapi maupun dengan skala kacil dimana sudah diatur oleh undang-undang. 

Sementara kriteria hewan ternaknya merupakan indukan atau betina dan berusia minimal satu tahun. Identitasnya pun harus jelas seperti cap bakar, kartu dan eartag.

Ganti Rugi Sesuai Pertanggungan 

Perlu Anda ketahui bahwa ganti rugi yang diberikan harus sesuai dengan harga pertanggungan dikurangi hasil penjualan daging apabila sapi dilakukan pemotongan secara paksa. 

Hal ini juga dikarenakan data dari Kementan agar produk asuransi benar-benar ditujukan tepat sasaran. 

Data dari Kementan menunjukkan jika jumlah peserta asuransi hewan ternak pada tahun 2016 bisa mencapai 20 ribu ekor. 

Sementara di tahun 2017 meningkat hingga 92 ribuan hingga di tahun 2018 dengan total 133 ribu. Peternak pun tetap bisa melanjutkan usaha jika mengalami berbagai resiko tadi. 

Sasaran Asuransi Ternak Sapi 

Adapun untuk sapi bibit memiliki harga premi yang berbeda yakni dibanderol sekitar Rp 300 ribu  dengan maksimal pertanggungan Rp 15 juta tiap ekor. 

Jangka perlindungan ini diberikan selama satu tahun dan langsung dimulai ketika pembayaran sudah dilakukan oleh kepesertaan peternak. 

Program ini sebenarnya telah ditujukan oleh pemerintah khusus kepada petani maupun peternak baik dalam tingkat kota maupun provinsi. 

Sosialisasi juga sudah dijalankan demi mencapai tujuan umumnya yakni menjamin usaha peternakan khususnya sapi tetap bisa berjalan dengan segala macam resiko. 

Resiko Lain Hewan Ternak Sapi 

Perlu diketahui juga bahwa beberapa resiko lain yang tidak disebutkan oleh asuransi juga harus diperhatikan. beberapa diantaranya ialah kematian hewan ternak akibat wabah Leukosis, Tuberculosis, Anaplasmosis, Johne’s Disease, Septicemia Epizootica dan Anthrax. 

Pemusnahan sapi akibat wabah tersebut juga harus mengikuti perintah yang berwenang. Kematian karena kelalaian peserta asuransi selama pengelolaan pun tidak ditanggung oleh perusahaan asuransi. Jadi penting halnya untuk mengetahui apa saja resiko di dalam pertanggungan produk jaminan ini. 

Kondisi di Luar Perlindungan Asuransi Hewan Ternak

Perlindungan selama asuransi berjalan selama jangka waktu tertentu memang terbilang khusus dan tidak bisa sembarangan. 

Hal ini memang berhubungan dengan bagaimana tujuan khususnya yakni terselenggaranya kesejahteraan peternak selama menjalankan kegiatan usaha dalam berbagai resiko. 

Perlindungan dalam asuransi tidak akan menjamin apabila kondisi hewan ternak mengalami gangguan akibat penjarahan, peperangan, pertikaian karyawan, pemogokan hingga pemberontakan. 

Jaminan khususnya hanya tertuju pada berbagai alasan yang mengacu pada kerugian petani dan peternak. 

Klaim dan Dokumentasi Asuransi Ternak

Ada beberapa prosedur yang harus diikuti selama mengurus klaim asuransi ternak tersebut. Dokumen pun juga wajib dipersiapkan secara lengkap. 

Peternak harus menghubungi dokter hewan terlebih dahulu maupun tenaga teknis terkait dimana mereka sudah ditunjuk resmi oleh dinas setempat. 

1. Persetujuan Penyetujuan Klaim Asuransi Hewan Ternak

Klaim dapat disetujui jika premi asuransi ternak rutin telah dibayarkan. 

Ada juga syarat lainnya yang berhubungan dengan kehilangan dan kematian terjadi pada saat jangka waktu pertanggungan masih berlangsung. 

Masanya biasanya berkisar antara satu tahun semenjak diterbitkan polis hewan tersebut. 

Anda perlu melengkapi dokumen klaim yang diperlukan agar memudahkan ketika mendapati suatu kendala kedepannya. 

Kematian hewan ternak bisa saja terjadi akibat berbagai hal. Jadi penting sekali untuk menghubungi dokter hewan dan petugas setempat agar bisa mengetahui alasannya. 

2. Kelengkapan Dokumen Klaim Asuransi Hewan Ternak

Ada beberapa dokumen klaim yang dibutuhkan yaitu mulai dari fotokopi polis asuransi ternak sapi, berita acara kematian atau kehilangan dan sudah ditandatangani oleh pejabat dinas peternakan tingkat kota dan kabupaten. 

Lengkapi juga surat tersebut dengan hasil visum dari dokter hewan setempat.  

Jumlah klaim yang diterima akan berkurang jika terjadi kematian karena sakit dan peternak masih sempat menjual dagingnya atau bahkan melakukan pemotongan paksa. 

Jadi ada beberapa syarat dan ketentuan harus diketahui terlebih dahulu sebelum mengurusnya demi menghindari kesalahpahaman. 

3. Sasaran Polis Perlindungan Asuransi Hewan Ternak

Manfaat dari perlindungan atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2012 tentang Perlindungan dan 

Pemberdayaan Petani hanya ditujukan pada beberapa kalangan saja. Jadi tidak semua petani dan peternak akan mendapatkannya. Polis asuransi diberikan pada pelaku usaha khususnya penggemukan

Fokus peternakan lainnya juga bagi peternak yang melakukan pembibitan sapi potong maupun perah. 

Selain itu, mereka harus tergabung kedalam kelompok ternak aktif dan memiliki pengurus secara lengkap. Beberapa persyaratan ini menunjukkan jika kegiatan usaha terbukti aman dan terpercaya. 

4. Ketentuan Sapi Penerima Perlindungan Asuransi Hewan Ternak

Peternak sapi yang menerima perlindungan asuransi juga harus bersedia mengaplikasikan manajemen pengelolaan peternakan sesuai standar Good Farming Practices dan Good Breeding Practices. Jumlah hewan ternak minimal adalah 4 ekor untuk satu pemohon, perorangan maupun perusahaan. 

Sapi yang terlindungi bisa diajukan dalam usia 8 bulan hingga 4 tahun dan memiliki kriteria lainnya. 

Teknis pelaksanaan asuransi ternak ini, pemerintah telah mengeluarkan dana sebesar Rp 19,2 miliar untuk subsidi pengelolaan hewan ternak sebagai kegiatan usaha. 

5. Proses Klaim yang Mudah 

Banyak orang memang menganggap jika persyaratan administrasi menjadi kendala paling utama karena mereka merasa rumit dan merepotkan. 

Nyatanya proses klaim asuransi hewan ternak ini cukup mudah dilakukan. Anda hanya perlu memperhatikan apa saja persyaratannya terutama syarat peternak

Klaim bisa diajukan dengan ketentuan jika premi secara rutin telah dibayarkan. Penerima polis harus segera menghubungi dokter hewan maupun petugas teknis apabila terjadi resiko yang sudah disebut sebelumnya, misalnya kematian atau datangnya wabah. 

Manfaat Asuransi bagi Peternak 

Ada beberapa manfaat yang diperoleh oleh setiap peternak ketika mereka memiliki produk asuransi hewan ternak ini. 

Beberapa diantaranya adalah memberikan ketentraman dan ketenangan sehingga bisa memusatkan perhatian kepada pengelolaan usaha agar lebih baik dan maksimal kedepannya. 

Pengalihan resiko yang mengancam keselamatan hewan ternak memiliki kemungkinan lebih kecil dan bisa meminimalkan kerugian apabila terjadi. Kredibilitas peserta asuransi juga akan mengalami peningkatan terhadap akses pembiayaan perbankan. 

Dengan memiliki asuransi hewan ternak yang sudah difasilitasi oleh pemerintah, maka petani dan peternak mampu meminimalkan kerugiannya. 

Mengingat ada banyak resiko kematian dan kehilangan selalu membayang-bayangi pelaku usaha di bidang peternakan sehingga mengalami kegagalan usaha. 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url